“Hijrah saya itu gara-gara saya ketipu. Jadi, ketipu di trading itu hampir Rp1 miliar. Terus saya ketemulah buku merah itu di kesalahan-kesalahan fatal pengusaha mengembangkan bisnis dengan utang. Dari situ saya terus belajar di komunitas itu,” ucap dia.
Kejadian itu menjadi tamparan keras bagi dirinya hingga akhirnya mengerti arti spiritualitas dalam membuka usaha. Kini setiap Jumat, Puji membagikan makanan gratis kepada setiap orang yang membutuhkan.
Semangat berbagi ini bahkan meluber ke hari-hari biasa. Puji mengaku tidak pernah tega menolak siapa pun yang datang ke warungnya untuk meminta makan, meskipun orang tersebut tidak memiliki uang yang cukup.
“Ada orang ke sini minta nasi, saya nyuruh karyawan bungkusin, malah tak suruh kasih yang enak. Kasih ayam, kasih telur. Terserah dia pura-pura atau bagaimana, terserah, saya niatnya karena Allah. Pernah ada orang punya uang Rp10.000 beli nasi, saya kasih,” ungkap Bude Puji.
Tidak hanya dikenal karena kebaikannya, Budi Puji juga dikenal karena harga makanan yang ramah di kantong meski lapak jualannya di area pelabuhan. Padahal, umumnya harga makanan di pelabuhan cukup mahal karena biaya sewanya yang mahal.