sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tak Hanya Nikel, Program Hlilirasasi Diperluas ke Sektor Kehutanan hingga Perikanan

Economics editor Tangguh Yudha
08/05/2026 13:39 WIB
Selain mineral seperti nikel, hilirisasi kini juga diarahkan ke sektor kehutanan, minyak dan gas, hingga perikanan dan kelautan.
Tak Hanya Nikel, Program Hlilirasasi Diperluas ke Sektor Kehutanan hingga Perikanan. (Foto: iNews Media Group)
Tak Hanya Nikel, Program Hlilirasasi Diperluas ke Sektor Kehutanan hingga Perikanan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah terus memperluas program hilirisasi pada berbagai sektor strategis nasional. Selain mineral seperti nikel, hilirisasi kini juga diarahkan ke sektor kehutanan, minyak dan gas, hingga perikanan dan kelautan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan cetak biru pengembangan hilirisasi untuk memperluas nilai tambah berbagai komoditas unggulan Indonesia.

"Pemerintah kita, kementerian kita, juga ingin meningkatkan implementasi hilirisasi pada kehutanan, minyak dan gas, dan juga perikanan dan kelautan, dan jelas kami memiliki cetak biru tentang energi hilirisasi kita," ungkapnya dalam acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jumat (8/5/2026).

Rosan menjelaskan, hilirisasi nikel menjadi salah satu fokus utama karena Indonesia memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia. Selain itu, Indonesia memiliki cadangan bauksit dan tembaga terbesar kedua di dunia.

Tak hanya sektor mineral, pemerintah juga melihat potensi besar dari komoditas kelautan dan perkebunan. Rosan menyebut Indonesia merupakan produsen rumput laut nomor dua di dunia dan menjadi produsen terbesar untuk kategori rumput laut tropis.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement