AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
725
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
810
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3240
AGAR
308
AGII
2240
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1150
AKSI
272
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.08
0.85%
+4.59
IHSG
7176.15
0.6%
+42.70
LQ45
1024.74
0.82%
+8.38
HSI
19722.54
-1%
-199.91
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Kisah Sukses Dea Valencia, Bisnis Batik hingga Raih Omzet Ratusan Juta 

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Kamis, 12 Mei 2022 16:26 WIB
Kisah sukses Dea Valencia sangat menginspirasi. Kesuksesannya membangun bisnis batik kultur memang patut untuk diteladani.
Kisah Sukses Dea Valencia, Bisnis Batik hingga Raih Omzet Ratusan Juta. (Foto: MNC Media)
Kisah Sukses Dea Valencia, Bisnis Batik hingga Raih Omzet Ratusan Juta. (Foto: MNC Media)

IDXChannelKisah sukses Dea Valencia sangat menginspirasi. Sebagai pengusaha muda dan seorang wanita, kesuksesannya membangun bisnis batik kultur memang patut untuk diteladani. Dea bahkan berhasil membawa bisnis  batik kulturnya hingga ke pasar internasional. 

Seperti apa kisah sukses Dea Valencia? Dilansir dari berbagai sumber, IDXChannel merangkum kisah pengusaha asal Semarang berikut ini. 

Kisah Sukses Dea Valencia Berbisnis Batik

Dea Valencia merupakan seorang pengusaha wanita asal Semarang yang sukses membangun bisnis bernama Batik Kultur. Entrepreneur muda yang satu ini merupakan alumni Sistem Informasi angkatan 2009 Universitas Multimedia Nusantara.

Ia memulai bisnis batik ini lantaran kecintaannya terhadap kain batik. Ia pun memanfaatkan ketertarikannya terhadap kain batik ini menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. 

Dea memulai bisnisnya dengan mengoleksi baju-baju batik yang antik dan klasik. Ia kemudian memiliki ide menjual baju-baju batik dengan gaya yang khas. Ciri khas produk batik Dea adalah corak batik yang diarahkan ke style baju modern. Ia juga menjual baju batik non printing sehingga produknya memiliki keunikan tersendiri.

Mempekerjakan Penyandang Disabilitas 

Hingga saat ini, Dea Valencia telah menjalankan bisnisnya ini dengan mempekerjakan lebih dari 120 karyawan. Berbeda dari pengusaha lain, sebagian dari pekerja Dea justru merupakan penyandang disabilitas. Ia sengaja memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dengannya lantaran mereka memiliki semangat dan kerja keras, terutama dalam mengangkat batik kultur.

Pada mulanya Dea hanya mempekerjakan sebanyak 15-20% dari total penyandang disabilitas yang bekerja. Namun, kini hampir 50% atau setengah dari pekerjanya adalah penyandang disabilitas. 

Tujuan Dea mempekerjakan karyawan difabel adalah untuk mendukung mereka agar bisa hidup lebih mandiri, bisa punya karya sendiri, dan bermanfaat bagi orang. Bagi Dea, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama.

"Aku ingin memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kontribusi di balik perbedaan mereka. Ternyata ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari mereka seperti ketekunan dan semangat untuk belajar," ujar Dea. 

Pemasaran Melalui Media Sosial Raih Omzet Ratusan Juta

Batik Kultur produk Dea memang memiliki motif dan model yang menarik serta cocok untuk dikenakan oleh siapapun dari rentang usia berapapun. Apalagi, kini sudah banyak anak muda yang ingin memakai batik namun dengan penampilan yang tetap kekinian. 

Saat ini, usaha bisnis Dea telah sukses. Ia memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook untuk memasarkan produk batik kulturnya. Lebih dari 1000 potong baju batik diproduksi Dea setiap bulannya. 

Tak hanya laris manis di pasar dalam negeri, batik kultur Dea pun merambah hingga ke pasar internasional. Harga setiap potong batik kultur Dea sendiri dibanderol mulai dari Rp250.000 hingga Rp1,2 juta. Tak heran, kini Dea mampu meraup Rp300 juta hingga Rp500 juta setiap bulannya. 

Itulah kisah sukses Dea Valencia, pengusaha muda yang sukses membawa bisnis batik kultur hingga ke pasar internasional. Ia berhasil meraih kesuksesan di usianya yang terbilang muda. Sangat menginspirasi, ya?

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD