AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Kisah Sukses Polytron, Brand Elektronik Lokal yang Go International

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Selasa, 19 Juli 2022 11:10 WIB
Kisah Sukses Polytron sebagai merek elektronik asli Indonesia yang telah mampu bersaing di pasar global sangat inspiratif.
Kisah Sukses Polytron, Brand Elektronik Lokal yang Go International. (Foto: MNC Media)
Kisah Sukses Polytron, Brand Elektronik Lokal yang Go International. (Foto: MNC Media)

IDXChannelKisah Sukses Polytron sebagai merek elektronik asli Indonesia yang telah mampu bersaing di pasar global sangat inspiratif. Perusahaan ini telah berhasil memproduksi beberapa produk elektronik mulai dari televisi, mesin cuci, kulkas, handphone, AC, dan lain sebagainya. 

Merek asli besutan anak bangsa ini telah berhasil menembus pasar internasional. Sedikitnya 5 hingga 7 persen produknya bahkan telah diekspor ke berbagai negara di dunia seperti Thailand, Myanmar, Bangladesh, Filipina, Srilanka, Spanyol, hingga Arab Saudi. 

Lalu, bagaimana kisah sukses Polytron hingga berhasil mendunia? Simak ulasannya dalam penjelasan IDXChannel berikut ini!

Kisah Sukses Polytron 

Polytron merupakan brand elektronik yang didirikan di Desa Krapyak, Kudus, Jawa Tengah. Semua proses pembuatan, pengembangan, perakitan, hingga desain produk Polytron dilakukan di desa ini. Polytron sendiri berada di bawah naungan PT Hartono Istana Teknologi yang sebelumnya bernama PT Indonesia Electronic and Engineering. 

Perusahaan ini mulai berproduksi pada 8 September 1975. Perusahaan ini didirikan oleh orang terkaya di dunia yakni Hartono bersaudara, Robert Rudi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Kedua Hartono ini juga merupakan pemilik BCA dan Grup Djarum. 

Lebih dari empat dekade, Polytron berhasil mempertahankan pamornya sebagai brand elektronik populer baik di indonesia maupun di beberapa negara. Hingga saat ini Polytron telah memiliki tiga lokasi pabrik di Jawa tengah dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 10.000 karyawan dan total luas area pabrik mencapai 69 hektar. 

Pabrik pertama di Desa Krapyak, Kudus difungsikan sebagai pabrik yang memproduksi TV, Handphone, AC, Audio, Dispenser, dan DVD Player. Pabrik ini memiliki luas mencapai 109.000 meter persegi. Pabrik kedua berlokasi seluas 130.000 meter persegi di Sidorekso, Kudus difungsikan untuk memproduksi speaker. Sedangkan, pabrik ketiga terletak di Sayung, Kudus memiliki luas 450.000 meter persegi dan difungsikan untuk memproduksi mesin cuci dan kulkas. 

Hingga tahun 2016, PT Hartono Istana Teknologi ini berhasil mendominasi pasar nasional untuk produk speaker dan televisi dengan nilai market share masing-masing sebesar 72% dan 66%. 

Kesuksesan yang didapatkan Polytron merupakan hasil dari riset dan berbagai inovasi yang terus dilakukan. Perusahaan ini benar-benar membuat produk elektroniknya bukan sekadar merakit. Bahkan, desain perusahaan ini beberapa di antaranya sudah dipatenkan sebagai bentuk otentik dari Polytron. 

Usaha brand anak bangsa ini dalam menembus pasar internasional juga tidaklah mudah. Skeptisme terhadap kualitas barang elektronik menjadi kendala di awal-awal Polytron masuk pasar global. 

Polytron sempat harus mengubah tampilan dan merek ketika pertama kali mengembangkan penjualan di Jerman. Hal ini dilakukan agar tampilan produknya lebih tampak seperti buatan Jerman. Padahal, produk yang dikirimkan sudah built up dan siap pakai. Meski begitu, kerasnya perjuangan perusahaan ini pun kini membuahkan hasil. Polytron pun akhirnya berhasil diekspor ke berbagai negara di dunia. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD