AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Modal Rp25 Ribu, Cuan Rp12 Juta, Ini Kisah Sukses Pembudidaya Jamur Tiram di Pangandaran

INSPIRATOR
Syamsul Maarif
Kamis, 12 Agustus 2021 17:40 WIB
Pandemi membuat Taofik Hidayat (28) warga Pangandaran nekat menekuni usaha budidaya jamur tiram yang beromset jutaan rupiah.
Modal Rp25 Ribu, Cuan Rp12 Juta, Ini Kisah Sukses Pembudidaya Jamur Tiram di Pangandaran (Dok.MNC Media)
Modal Rp25 Ribu, Cuan Rp12 Juta, Ini Kisah Sukses Pembudidaya Jamur Tiram di Pangandaran (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pandemi membuat Taofik Hidayat (28) salah satu warga Dusun Dukuh I, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang nekat menekuni usaha budidaya jamur tiram

"Modal pertama saya saat membuka usaha budidaya jamur tiram Rp25 ribu," kata Taofik.

Dari modal Rp25 ribu tersebut pada tiga bulan pertama Taofik berhasil memperoleh keuntungan Rp12 juta.

"Saya tidak punya modal besar untuk membuka usaha budidaya jamur tiram, untuk menambah modal ikut bekerja serabutan dan upah kerja tersebut saya kumpulkan untuk membeli peralatan," tambahnya.

Taofik mengaku, mulai membuka usaha budidaya jamur tiram pada bulan Agustus 2020 lalu disaat kondisi ekonomi sedang sulit lantaran pandemi Covid-19.

"Setiap tahapan dan proses pembudidayaan jamur tiram saya ber dua dengan isteri," jelas dia.

Sejak pertama memproduksi jamur tiram Taofik mengaku beberapa kali mengalami kegagalan, dari kegagalan tersebut dia mulai menemukan cara yang baik.

"Saya ini seorang pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan, maka saya memiliki niat yang kokoh agar budidaya jamur tiram menjadi pekerjaan yang menghasilkan," terang dia.

Untuk proses pembudidayaan jamur tiram tidak rumit, penjualannya pun juga tergolong laris karena bisa dijual langsung ke konsumen atau ke pengepul.

"Harga jamur tiram per kilogram dipasaran saat ini kisaran Rp10 ribu sampai Rp12 ribu, jamur cokelat Rp15 ribu sampai Rp18 ribu dan kalau jamur kancing Rp 10 ribu sampai Rp40 ribu," paparnya.

Perbedaan harga jamur tersebut karena bentuk, volume jamur, dan media tanam tumbuh jamurnya juga berbeda.

"Hampir setiap hari saya keliling mendistribusikan jamur tiram karena banyak permintaan," sambung Taofik.

Taofik berpesan, kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19 jangan dijadikan alasan untuk tidak produktif.

"Mari gali potensi yang dimiliki diri kita masing-masing agar kondisi pandemi Covid-19 tidak menjadi keterpurukan ekonomi," pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD