“Kita ingin seleksinya benar, putra-putri yang terbaik bangsa, anak siapa pun. Ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat. Ini membuktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar,” ujarnya.
Sebagai informasi, ada 10 lulusan terbaik yang diberikan penghargaan. Penghargaan Kartika Astha Brata diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan, sementara Sapta Abdi Praja diberikan kepada sembilan orang lainnya.
Berikut rincian 10 lulusan terbaik:
Penerima Penghargaan Kartika Astha Brata
- Aji Bayu Ramadhan (NTT), Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan.
Penerima Penghargaan Sapta Abdi Praja
- Charina Anggie Simbolon (Kepulauan Riau), Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Mohamad Toriq Anwar (Jawa Tengah), Keuangan Publik
- M Ramdhan (Jawa Barat), Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik
- Febyanti Rachman (Jawa Tengah), Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik
- Siti Ifadoh (Jawa Timur), Politik Indonesia Terapan
- Dwi Ajeng Ayu Farahdilah Akbbar (Jawa Timur), Studi Kebijakan Publik
- Dwimas Januari Setiawan (NTT), Administrasi Pemerintahan Daerah
- I Kadek Bayu Swastika (Bali), Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
- Agung Mirah Prayoga (Jawa Timur), Praktik Perpolisian Tata Pamong
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Prabowo resmi melantik 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII lulusan IPDN. Upacara pelantikan digelar di Lapangan Parade Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, hari ini (29/7/2026).
Dari 1.024 lulusan yang dilantik itu, 728 putra dan 476 putri. Mereka nantinya akan ditugaskan di lingkungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
(Nadya Kurnia)