AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Profil dan Kisah Sukses Theodore Rachmat, Sales yang Kini Jadi Konglomerat  

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Kamis, 23 Juni 2022 10:44 WIB
Profil dan kisah sukses Theodore Rachmat jarang terekspos. Ia merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Profil dan Kisah Sukses Theodore Rachmat, Sales yang Kini Jadi Konglomerat. (Foto: dataindonesia)
Profil dan Kisah Sukses Theodore Rachmat, Sales yang Kini Jadi Konglomerat. (Foto: dataindonesia)

IDXChannel Profil dan kisah sukses Theodore Rachmat memang jarang tersorot. Meski jarang terekspos, namun pria yang kerap disapa Teddy atau TP Rachmat ini merupakan salah satu Konglomerat dan  orang terkaya ke-15 di Indonesia berdasarkan Forbes 2022. 

Banyak orang tidak tahu bahwa sebelum sukses menjadi seorang pengusaha, Teddy dulunya merupakan seorang sales di PT Astra International Tbk. Kini, pengusaha yang bergerak di berbagai sektor bisnis ini menjadi konglomerat dengan harta mencapai USD3 miliar atau sekitar Rp44,58 triliun. 

Bagaimana profil dan kisah sukses Theodore Rachmat? Simak ulasannya dalam penjelasan lengkap IDXChannel berikut ini!

Profil Theodore Rachmat

Theodore Permadi Rachmat merupakan pengusaha keturunan Tionghoa yang memiliki nama asli Oei Giok Eng. Pria yang akrab disapa Teddy ini lahir di Majalengka, 15 Desember 1943. Ayahnya bernama Raphael Adi Rachmat dan ibunya bernama Agustine. Ayah Teddy berprofesi sebagai pedagang yang mengembangkan usahanya di Bandung sehingga ia membawa Teddy beserta ibu dan saudaranya pindah ke sana.  

Ia memang terlahir dari keluarga yang berkecukupan sehingga mampu menempuh pendidikan di SD Indonesia-Belanda yang merupakan sekolah prestisius kala itu. Di sekolah ini, 
banyak siswa berasal dari kalangan yang mampu secara ekonomi. 

Teddy memang dikenal berprestasi di sekolahnya. Ia bahkan masuk peringkat 10 besar. Setelah tamat SD, Theodore Rachmat kemudian masuk di SMP dan SMA Katolik, Aloysius. 
Usai lulus SMA, Theodore Rachmat melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mengambil jurusan Teknik Mesin. Ia lulus pada tahun 1968 dan menjadi salah satu lulusan tercepat di jurusannya.

Kisah Sukses Theodore Rachmat  

Theodore Rachmat memang dikenal sebagai pengusaha yang sukses membangun bisnis dari nol. Ia merupakan pendiri dari perusahaan tambang Adaro. Tak hanya itu, Theodore Rachmat juga merupakan pendiri grup bisnis Triputra Group. Kerajaan-kerajaan bisnis yang dibangunnya ini berhasil mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Forbes mencatat kekayaan bersih Teddy mencapai USD3 miliar atau setara dengan Rp44,58 triliun.

Sebelum mencapai kesuksesannya, Bos Triputra Group ini rupanya memulai kariernya sebagai seorang sales di PT Astra International. Di perusahaan ini, Theodore fokus pada penjualan alat-alat berat. Kemampuan penjualannya yang apik membuat Teddy dipercaya untuk merintis UNited Tractor bersama Benny Subianto. Benny merupakan juniornya di Astra yang kini sama-sama menjadi konglomerat. 

Teddy terus menunjukkan prestasinya yang cemerlang hingga kariernya di Astra melejit. Ia pun berhasil dipromosikan menjadi Presiden Direktur di Astra International pada 1984
Berkat prestasi kerjanya, Theodore Rachmat kemudian dipromosikan menjadi Direktur Utama di Astra Internasional pada tahun 1984. Di tangan Theodore, perusahaan milik William Soeryadjaya ini berhasil mengalami perkembangan yang sangat pesat. 

Anak usaha Astra meningkat drastis menjadi 235 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor pada 1989. Berkat kepiawaiannya dalam mengembangkan perusahaan ini, Theodore pun dipercaya untuk menjadi komisaris pada 1998 hingga 2000. Pada 2002 hingga 2005, Theodore Rachmat memegang jabatan penting sebagai presiden komisaris di PT Astra International. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD