AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Rakit Helikopter Rongsokan Senilai Rp35 Juta, Pria Asal Jambi Siap Bantu Padamkan Kebakaran Hutan

INSPIRATOR
Azhari Sultan/Kontri
Minggu, 11 Juli 2021 16:05 WIB
Usman Jalil warga Jambi ini bisa merakit helikopter dari besi rongsokan dan akan digunakan untuk padamkan kebakaran hutan.
Rakit Helikopter Rongsokan Senilai Rp35 Juta, Pria Asal Jambi Siap Bantu Padamkan Kebakaran Hutan (Dok.Ist)
Rakit Helikopter Rongsokan Senilai Rp35 Juta, Pria Asal Jambi Siap Bantu Padamkan Kebakaran Hutan (Dok.Ist)

IDXChannel - Kondisi Covid-19 saat ini, tidak membuat orang berputus asa untuk berkreativitas. Buktinya, Usman Jalil, warga RT 07, Thehok, Kota Jambi ini bisa merakit helikopter dari besi rongsokan.

Kakek berusia 65 tahun ini, saat ditemui masih mengotak-atik mesin untuk helikopter buatannya di lahan kosong di belakang rumahnya.

Pria yang mengaku tidak tamat Sekolah Dasar (SD) tidak memiliki keahlian khusus. Bermodalkan keyakinan, dibantu anaknya dan seorang rekannya selama lebih tiga bulan ini bentuk helikopter sudah bisa terlihat.

Tidak hanya itu, biaya pembuatan "besi terbang" cukup menguras kantong pribadi ayah tiga putra ini.

"Selama proses perakitan helikopter ini sudah berjalan lebih 3 bulan. Sudah menelan biaya sekitar Rp35 juta," ungkap Usman, Minggu (11/7/2021).

Dia juga mengatakan, pada tahun 1997 silam sewaktu bekerja di showmil di Kabupaten Tanjungjabung Barat pernah membuat helikopter dari rotan.

Selain itu, kondisi Covid-19 yang belum pulih ini membuat ide kreatifitasnya timbul. 

"Karena Covid ini tidak ada kegiatan, jadi pikir-pikir merancang helikopter lagi saja. Dan Alhamdulillah bisa," ujarnya.

Menurutnya, bila helikopter yang dibuatnya bisa terbang akan digunakan sebagai alat membantu menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

"Saya berharap bisa untuk menyiram air bagi pertanian warga dan dapat membantu menyiram air saat terjadi karhutla," terang Usman.

Ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut dia, helikopter dengan berat 500 kg tersebut bisa mengangkut air sebanyak 2 ton.

Saat ini, untuk menyelesaikan helikopter hingga bisa terbang sempurna masih dibutuhkan dana lagi. 

"Butuh tambahan Rp15 hingga Rp20 juta baru bisa terbang," katanya.

Diakuinya, di masa pandemi Covid-19 tidak mudah menyelesaikan helikopter. Apalagi usaha depot air minum isi ulangnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, dengan keyakinan kuat tidak membuatnya putus asa.

"Coba-coba buat dari barang bekas, kita guyur-guyur membuatnya. Kumpulkan besi bekas, dua mesin motor matic," tuturnya.

Sementara, untuk bahan bakar, dirinya tidak menggunakan avtur sebagai mana bahan bakar pesawat terbang, tapi menggunakan BBM Pertalite.

"Dibutuhkan bahan bakar sebanyak 12 liter. Kita gunakan BBM motor, yakni Pertalite. Kalau kepala helikopter dari kepala mobil Espass," imbuhnya.

Usman juga berencana, menamakan helikopter buatannya dengan nama ketiga putranya. "Rencananya akan dinamai nama anak, 3D, yakni Dai, Deri dan Dewi," tukas Usman.

Untuk diketahui, helikopter yang dibuat dari tangannya bukan satu, tapi dua unit. Pertama yang viral seperti saat ini, sedangkan yang kedua berada di sebelahnya.

Bila helikopter pertama mesinnya berada di belakang dengan dua penumpang, helikopter kedua mesinnya akan diletakkan dibawah dan bisa dimuat penumpang lagi.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD