sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Seniman Jepang Yayoi Kusama Meninggal Dunia, Karyanya Pernah Mejeng di Indonesia

Inspirator editor Mei Sada
27/08/2026 14:29 WIB
Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu seniman avant-garde paling berpengaruh dengan karya yang memiliki ciri khas kuat.
Seniman Jepang Yayoi Kusama Meninggal Dunia, Karyanya Pernah Mejeng di Indonesia. (Foto: Queensland Art Gallery)
Seniman Jepang Yayoi Kusama Meninggal Dunia, Karyanya Pernah Mejeng di Indonesia. (Foto: Queensland Art Gallery)

IDXChannelSeniman Jepang Yayoi Kusama meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kabar tersebut disampaikan oleh perusahaan yang menaungi sang seniman, Yayoi Kusama Inc, pada Kamis (27/8/2026).

Kusama disebut meninggal di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu seniman avant-garde paling berpengaruh dengan karya yang memiliki ciri khas kuat, mulai dari motif polkadot, jaring, labu, hingga instalasi Infinity Mirror Room yang membuat namanya dikenal luas di berbagai negara.  

Karya-karyanya tidak hanya hadir dalam bentuk lukisan dan patung, tetapi juga instalasi berskala besar, seni pertunjukan, fiksi, hingga puisi. Penggunaan warna-warna mencolok, pola berulang, serta permainan refleksi menjadi bagian penting dari perjalanan artistiknya.

Salah satu karya yang paling identik dengan Kusama adalah Infinity Mirror Room. Instalasi tersebut membuat pengunjung seolah berada di ruang tanpa batas melalui penggunaan cermin, cahaya, dan berbagai elemen yang ditempatkan secara berulang. 

Karya-karya seperti ini kemudian semakin populer di era media sosial karena menawarkan pengalaman visual yang mudah dikenali.

Kusama lahir di Matsumoto, Jepang, pada 1929. Sejak kecil, ia telah mengalami halusinasi dan menjadikan aktivitas menggambar sebagai salah satu cara untuk menuangkan apa yang dilihatnya.

Pada 1958, Kusama pindah ke New York untuk mengembangkan kariernya. Di sana, ia mulai dikenal melalui karya Infinity Nets dan berinteraksi dengan sejumlah seniman penting pada masa tersebut.

Pada dekade 1960-an, Kusama juga aktif dalam seni pertunjukan dan menghasilkan sejumlah karya yang dianggap kontroversial. Setelah kembali ke Jepang pada 1970-an, ia tetap berkarya dan memilih tinggal di sebuah rumah sakit jiwa untuk mendapatkan lingkungan yang lebih stabil. Studio tempatnya bekerja berada tidak jauh dari sana.  

Meski sempat mengalami masa ketika karyanya kurang mendapat perhatian, Kusama kemudian kembali memperoleh pengakuan internasional. Karya-karyanya dipamerkan di berbagai institusi seni besar dunia dan membuatnya menjadi salah satu seniman paling dikenal dari Jepang.

Nama Yayoi Kusama juga memiliki hubungan dengan pencinta seni di Indonesia. Karyanya pernah dipamerkan di Museum MACAN melalui pameran YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW pada 12 Mei hingga 9 September 2018.  

Pameran tersebut merupakan survei terhadap perjalanan karya Kusama. Pengunjung dapat melihat perkembangan sejumlah motif yang kemudian menjadi ciri khasnya, termasuk polkadot, jaring, dan labu. 

Pameran itu juga menampilkan pilihan karya Infinity Nets, dokumentasi pertunjukan, instalasi berukuran besar, serta karya-karya yang mengeksplorasi hubungan antara ruang dan pengalaman visual. Bagi publik Indonesia, pameran tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk melihat langsung karya seniman yang kemudian dikenal luas hingga generasi sekarang.

Yayoi Kusama meninggalkan jejak panjang dalam dunia seni selama lebih dari tujuh dekade. Bahkan hingga akhir hayatnya, ia disebut masih terus melukis dan mengeksplorasi gagasan tentang cinta, jiwa, serta kehidupan melalui karya-karyanya.  


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement