sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

4 Informasi Menarik tentang IPO PRDL, Prospek Bisnis dan Kepemilikan Sahamnya

Market news editor Kurnia Nadya
19/06/2026 15:51 WIB
Saat ini, proses penawaran perdana PRDL masih dalam tahap penawaran awal.
4 Informasi Menarik tentang IPO PRDL, Prospek Bisnis dan Kepemilikan Sahamnya. (Foto: Prodia Diagnostic Line)
4 Informasi Menarik tentang IPO PRDL, Prospek Bisnis dan Kepemilikan Sahamnya. (Foto: Prodia Diagnostic Line)

IDXChannel—Simak informasi menarik tentang IPO PRDL. PT Prodia Diagnostic Line dijadwalkan untuk initial public offering (IPO) pada 9 Juli 2026. Perusahaan ini memproduksi alat kesehatan diagnostik dan merupakan entitas asosiasi PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). 

Saat ini, proses penawaran perdana PRDL masih dalam tahap penawaran awal. Perseroan membuka harga awal di Rp100 hingga Rp120 per unit. Dari IPO ini, PRDL menargetkan perolehan dana segar sebanyak Rp62,74 miliar. 

Penawaran awal berlangsung mulai 18 Juni hingga 23 Juni. Selanjutnya, penawaran umum dibuka pada 1–7 Juli, dilanjutkan dengan penjatahan efek pada 7 Juli, distribusi saham pada 8 Juli, dan penawaran perdana di pasar pada 9 Juli. 

Masih ada waktu bagi investor yang tertarik mengikuti penawaran perdana ini untuk mengulik informasi terkait bisnis, kepemilikan, dan penggunaan dana IPO. Berikut ini adalah ringkasannya, dilansir dari prospektus PT Prodia Diagnostic Line Tbk. 

4 Informasi Menarik tentang IPO PRDL 

1. Bisnis Perseroan 

Bisnis Prodia Diagnostic Line adalah industri alat kesehatan, industri alat ukur dan alat uji elektronik, perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia. Serta jasa kalibrasi/metrologi dan aktivitas pengujian atau kalibrasi alat kesehatan. 

Bisnis utama perseroan terletak pada produksi alat kesehatan. Sementara bisnis penunjangnya adalah jasa kalibrasi, perdagangan besar alat lab, industri alat ukur dan alat uji. PRDL memiliki merek sendiri bernama Proline. 

Perseroan memiliki pabrik di Cikarang dengan kapasitas terpasang rata-rata di atas 80 persen dan kapasitas terpakai lebih dari 90 persen. 

2. Dari Mana Prospeknya? 

PRDL memiliki 1.083 SKU aktif dengan beragam segmen produk. Mulai dari hematologi, imunologi, biomolekular, urinalisis, dan sebagainya. Saat ini, perseroan melayani lebih dari 7.000 fasilitas di Indonesia. 

Selain itu, perseroan mengambil peluang dari pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah secara konsisten. Program skrining gratis ini didukung dengan alokasi anggaran senilai Rp3,4 triliun pada 2025.

Selain itu, perseroan berencana untuk berpartisipasi dalam pengadaan untuk sembilan jenis pemeriksaan sesuai dengan portofolio produk yang telah diproduksi secara rutin. Sebagai informasi, CKG menguji 13 jenis penyakit. 

Kemudian, dalam prospektusnya, perseroan juga menyebut bahwa industri In Vitro Diagnostics di Indonesia berpeluang untuk tumbuh, didukung oleh komitmen pemerintah dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan. 

3. Siapa Pemiliknya? 

Berdasarkan akta pendirian, terdapat tiga pihak pendiri yang menyetorkan dan menempatkan modal di Proline. Yakni Drs Soesanto Natanel, Dr Hubertus Susilaganda Sutoyo, dan asosiasinya PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). 

Lalu berdasarkan perubahan anggaran dasar terakhir saat prospektus dibuat, berikut ini adalah susunan kepemilikan saham di PRDL sebelum IPO: 

  • PT Prodia Utama 622,20 juta saham (51 persen) 
  • PT Prodia Widyahusada Tbk 475,80 juta saham (39 persen) 
  • Diasys Diagnostic System GmbH 122 juta saham (10 persen) 

Setelah IPO, susunan kepemilikan saham PRDL akan berubah menjadi: 

  • PT Prodia Utama 622,20 juta saham (35,70 persen) 
  • PT Prodia Widyahusada Tbk 475,80 juta saham (27,30 persen) 
  • Diasys Diagnostic System GmbH 122 juta saham (7 persen) 
  • Publik 522,90 juta saham (30 persen) 

Dalam IPO ini perseroan akan melepas 522,90 juta saham baru kepada masyarakat. Adapun total sahamnya nanti akan berjumlah 1,74 juta saham. Nilai sahamnya Rp50 per unit dan harga yang ditawarkan adalah Rp100-Rp120 per unit. 

4. Untuk Apa Dananya? 

Dari IPO ini, perseroan mengincar dana sebanyak-banyaknya Rp62,74 miliar. Mayoritas dana IPO, senilai Rp35,66 miliar, akan digunakan untuk membayar pelunasan pokok fasilitas kredit ke PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN). 

Lalu 28,92 persen lainnya akan digunakan untuk belanja modal, termasuk dan tidak terbatas pada pembelian mesin dan alat kalibrasi, kendaraan, sistem perangkat lunak, penambahan AHU Lab Biomolekuler, dan sebagainya. 

Sisanya, akan digunakan untuk moda kerja perseroan, tetapi tidak terbatas pada pembelian bahan baku, biaya produksi dan pengembangan, serta marketing. 

Itulah informasi menarik tentang IPO PRDL. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement