AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

92 persen Target Kontrak Baru PP Presisi (PPRE) Tercapai pada Juli 2021

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Jum'at, 06 Agustus 2021 05:51 WIB
Hingga Juli 2021, kontrak baru PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mencapai 92 persen dari target yaitu sebesar Rp3.387 triliun.
Hingga Juli 2021, kontrak baru PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mencapai 92 persen dari target yaitu sebesar Rp3.387 triliun. (Foto: MNC Media)
Hingga Juli 2021, kontrak baru PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mencapai 92 persen dari target yaitu sebesar Rp3.387 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Hingga Juli 2021, kontrak baru PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mencapai 92 persen yaitu sebesar Rp3.387 triliun dari target total kontrak baru sebesar Rp3.674 triliun pada tahun ini. Pencapaian kontrak baru tersebut tumbuh 256 persen dari pencapaian kontrak baru di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.322 triliun.

Pada Juli 2021, Perseroan berhasil menambah perolehan kontrak baru sebesar Rp584 miliar. Perolehan tersebut didapatkan antara lain dari: Proyek Rehabilitasi Pamanukan – Palimanan (PUPR – non group) sebesar Rp66,564 miliar, Proyek Pekerjaan Jalan KIT Batang 1.4 (PP KSO - group) sebesar Rp 39,195 miliar, Proyek Pekerjaan Hauling Road Upgrading Biri – Biri (Weda Bay Nickel – non group) sebesar Rp51,490 miliar, Proyek Pekerjaan Jasa Hauling Nickel (Weda Bay Nickel – non group) sebesar Rp355,680 miliar, serta kontribusi dari Entitas Anak PT LMA pada Proyek Pembangunan Junction Cisumdawu 1 (PP - group) sebesar Rp42,072 miliar.

Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar mengatakan, pencapaian tersebut tentunya meningkatkan positioning Perseroan sebagai kontraktor jasa tambang nikel maupun main-contractor pada pekerjaan civilwork.

"Selain itu, competitiveness perusahaan juga meningkat dengan diperolehnya pasar-pasar baru diluar group sebesar 87 persen dari total kontrak baru yang diperoleh hingga Juli 2021," ujar Rully dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/8/2021).

Rully menambahkan, dengan didapat dan berjalannya dua pekerjaan besar pada jasa tambang nikel yakni jasa tambang nikel Morowali dan jasa tambang nikel di Weda Bay Nickel, Halmahera, peluang untuk meningkatkan pertumbuhan Perseroan sebagai kontraktor nikel tentunya semakin terbuka lebar.

Secara komposisi per lini bisnis, pencapaian tersebut masih didominasi oleh lini bisnis Civilwork sebesar 60 persen, Mining Services 31 persen, Production plant 6 persen, dan sisanya dari Structure Work maupun Rental Heavy Equipment.

Pencapaian kontrak baru tersebut juga merupakan upaya yang terus dilakukan Perseroan dalam melakukan diversifikasi pada jasa pertambangan, dengan terus meningkatnya komposisi kontribusi jasa tambang pada pencapaian kontrak baru. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD