Sepanjang 2025, DSSA membukukan laba bersih sebesar USD230,53 juta, turun 25,41 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai USD309,08 juta.
Penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan usaha sebesar 7,5 persen menjadi USD2,79 miliar.
Di mana pendapatan dari segmen tambang dan perdagangan batu bara turun 10,3 persen menjadi USD2,48 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan segmen non tambang naik menjadi 7,6 persen yang ditopang oleh melonjaknya lini bisnis digital dan teknologi sebesar 47 persen.
Lalu segmen energi terbarukan mencatat lonjakan pendapatan hingga 351 persen, mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis baru dalam portofolio usaha perseroan.
(DESI ANGRIANI)