Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, 80 persen perolehan kontrak baru merupakan proyek infrastruktur, 14 persen proyek gedung, dan 5 persen pekerjaan lainnya.
Dari sisi pemilik pekerjaan, proyek pemerintah memberikan kontribusi terbesar sebesar 70 persen, diikuti BUMN/BUMD sebesar 29 persen, serta swasta sebesar 1 persen. Siswanto menjelaskan, komposisi tersebut menunjukkan kuatnya posisi ADHI dalam menggarap berbagai proyek infrastruktur strategis.
Sejumlah proyek strategis yang diperoleh ADHI hingga Juli 2026 antara lain Proyek Tanggap Darurat Sumatera Utara, Proyek Tambak Udang Waingapu, Estate Management IKN, Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2, Bandara Sentani, serta Sekolah Rakyat Tahap 3 Papua.
“ADHI Karya terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas operasional, serta selektivitas dalam memperoleh proyek. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transformasi ADHI yang dilakukan secara bertahap untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing perseroan,” ujarnya.
(DESI ANGRIANI)