Di sisi lain, kinerja pembiayaan otomotif sepanjang semester I-2026 masih menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan ritel sepeda motor maupun mobil baru masing-masing tumbuh dua digit.
"Data yang kami punya, untuk motor baru penjualan naik 10 persen dibandingkan semester pertama, sementara untuk penjualan mobil baru naik 11 persen. Ini penjualan retail ya, bukan wholesale," ujarnya.
Namun, memasuki semester II-2026, Made memperkirakan pasar otomotif akan menghadapi tekanan. Selain potensi kenaikan bunga kredi yang meningkatkan cicilan nasabah, harga kendaraan juga diperkirakan naik akibat tingginya biaya produksi dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Kondisi tersebut dinilai dapat menekan minat masyarakat membeli kendaraan baru sehingga pelaku industri perlu lebih berhati-hati dalam menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun.
"Kelihatannya angka ini akan cukup challenging (menantang) di semester dua, karena ada beberapa perkembangan yang akan berdampak terhadap penjualan. Jadi kelihatannya situasinya lebih challenging dibandingkan dengan semester pertama," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)