Terkait gejolak pasar modal yang dipicu sentimen MSCI hingga menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Airlangga menegaskan penilaian terhadap pasar modal Indonesia tidak semata-mata bergantung pada satu lembaga penyedia indeks.
Menurut dia, terdapat lembaga lain seperti FTSE Russell yang memiliki metodologi dan hasil penilaian berbeda. Karena itu, pemerintah tetap optimistis terhadap upaya pembenahan tata kelola pasar modal Indonesia.
"Kita sih confident saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan dan Indonesia tidak tergantung hanya pada satu rating aja," katanya.
(Rahmat Fiansyah)