sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AMMN Dirumorkan Bidik Bursa Hong Kong, Incar Dana Minimal Rp17,5 Triliun

Market news editor Tim IDXChannel
10/09/2026 20:00 WIB
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dikabarkan tengah menyiapkan langkah untuk memperluas akses pendanaan melalui pencatatan saham di Bursa Hong Kong.
AMMN Dirumorkan Bidik Bursa Hong Kong, Incar Dana Minimal Rp17,5 Triliun. (Foto: Amman)
AMMN Dirumorkan Bidik Bursa Hong Kong, Incar Dana Minimal Rp17,5 Triliun. (Foto: Amman)

IDXChannel – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dikabarkan tengah menyiapkan langkah untuk memperluas akses pendanaan melalui pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Melansir dari Bloomberg, Kamis (10/9/2026), produsen tembaga dan emas tersebut telah menunjuk sejumlah bank untuk menangani rencana penawaran saham di Hong Kong yang berpotensi menghimpun dana sedikitnya USD1 miliar atau setara sekitar Rp17,53 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.530 per USD.

Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan AMMN bekerja sama dengan Citic Securities Co. dan Morgan Stanley dalam persiapan aksi korporasi tersebut. Penawaran saham itu berpotensi dilakukan paling cepat tahun depan.

Namun, pembahasan masih berlangsung sehingga besaran transaksi dan waktu pelaksanaannya masih dapat berubah. Perwakilan AMMN, CLSA, dan Morgan Stanley disebut enggan memberikan komentar kepada Bloomberg terkait kabar tersebut.

Rencana AMMN tersebut muncul di tengah upaya Bursa Hong Kong menarik lebih banyak perusahaan dari luar China untuk memperluas basis emiten. Jika terealisasi, AMMN akan mengikuti jejak PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang lebih dulu mencatatkan saham di Hong Kong pada Juni 2026 dan menghimpun sekitar USD304 juta.

Sementara itu, perusahaan yang masih berada dalam ekosistem Merdeka, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), juga dikabarkan tengah mempertimbangkan penjualan depositary receipts di Hong Kong.

AMMN sendiri telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juli 2023. Pergerakan sahamnya belakangan mendapat dorongan dari penguatan harga tembaga yang mencetak rekor tertinggi.

Setelah menyentuh level terendah dalam hampir tiga tahun pada Mei 2026, saham AMMN telah rebound sekitar 66 persen. Meski demikian, secara year to date saham tersebut masih terkoreksi lebih dari 25 persen.

Dengan level kapitalisasi pasar sekitar Rp350 triliun, AMMN menjadi salah satu perusahaan tambang dengan valuasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement