AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Analis Pasar Sebut Pergerakan IHSG Pekan Ini akan Dipengaruhi Kebijakan Moneter

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 20 September 2021 07:58 WIB
Analis pasar sebut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini bakal dipengaruhi oleh kebijakan moneter
Pergerakan IHSG (Ilustrasi)

IDXChannel - Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengungkapkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini bakal dipengaruhi oleh kebijakan moneter.

Putu menyebut dua isu utama yang dimungkinkan menjadi perhatian investor. Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi dampak tapering off Federal Reserve (The Fed), dinilai akan menjadi perhatian investor.

"Untuk pergerakah IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter ya. Dari domestik, investor akan mencermati langkah yang akan diambil BI untuk mengantisipasi dampak tapering off," kata Putu saat dihubungi MNC Portal, Minggu malam (19/9/2021).

Dia memperkirakan lembaga keuangan tertinggi di tanah air tersebut akan mempertahankan kebijakan moneter yang memihak pasar.

Sebelumnya Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti memproyeksikan agenda tapering The Fed bakal dilakukan secara bertahap pada November tahun ini.

Dirinya meyakini tekanan tapering off terhadap pasar tidak separah kondisi pada era 2013 silam, di mana saat itu Indonesia mengalami taper tantrum atau gejolak pasar keuangan.

Destry menilai langkah The Fed kala itu dilakukan secara mendadak, sehingga gejolak pasar berimbas pada negara-negara emerging, termasuk Indonesia. Seperti diketahui, BI akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 September 2021.

"Kami masih memperkirakan BI akan mempertahankan kebijakan moneter yg akomodatif," ujar Putu optimis dengan proyeksi Bank Indonesia.

Sementara dari segmen mancanegara, Putu menilai rapat Federal Open Market Comittee (FOMC) The Fed yang akan digelar pada 21-22 September 2021 juga bakal menjadi perhatian investor.

Mengingat dalam rapat ini Fed diyakini bakal menunjukkan sinyal kesiapan ekonomi AS jelang dimulainya tapering off.

"Sementara dari global, perhatian investor akan tertuju pada rapat FOMC," tandas Putu. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD