IDXChannel - PT Andalan Artha Primanusa Tbk akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan jasa pertambangan tersebut akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten ANDA.
Berdasarkan prospektus IPO, Kamis (5/11/2026), Andalan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,67 miliar saham atau setara 25,1 persen saham dari total modal disetor dan ditempatkan kepada publik. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp158-Rp189 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraup dana IPO hingga Rp316,76 miliar.
Dana tersebut akan digunakan sebanyak 65 persen untuk modal kerja alias operasional perseroan. Cakupannya meliputi pembelian suku cadang alat berat, pelumas, ban untuk truk dan alat berat, serta bahan bakar, termasuk juga membayar upah, tunjangan, dan fasilitas tenaga kerja.
Kemudian sisanya 35 persen atau Rp107 miliar akan dipakai untuk membayar utang dengan rincian Rp65 miliar untuk melunasi seluruh utang di PT Rhadana Bhaskara Finance Tbk, serta Rp42 miliar untuk melunasi sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Perseroan menyatakan bahwa kebutuhan tersebut akan dipenuhi dengan urutan skala, yakni 65 persen porsi modal kerja dari dana IPO, kemudian selanjutnya dana hasil penawaran waran seri I, dan jika kurang akan ditutup dengan kas internal.
Hingga 30 Juni 2026, Andalan membukukan pendapatan neto sebesar Rp200 miliar dengan laba bruto Rp51,8 miliar. Adapun laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp11,8 miliar.
Dari sisi arus kas, perseroan mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp26,4 miliar. Dalam enam bulan terakhir, terdapat penurunan kas sebesar Rp8 miliar imbas investasi. Per 30 Juni 2026, posisi kas dan setara kas sebesar Rp12,5 miliar.
Untuk posisi keuangan, aset lancar tercatat Rp238,1 miliar dengan total aset Rp856,7 miliar. Liabilitas tercatat sebesar Rp620 miliar dan ekuitas mencapai Rp236,3 miliar.
(Rahmat Fiansyah)