Tekanan terhadap kenaikan beban produksi dan operasional juga tampak dari arus kas dari aktivitas operasi yang minus Rp10,9 miliar. Padahal pada semester I-2025, arus kas operasi masih positif Rp17,8 miliar. Penurunan kinerja arus kas ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran kas kepada pemasok.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas turun 60 persen dalam enam bulan terakhir menjadi Rp11,6 miliar. Piutang turun 37 persen menajdi Rp58,6 miliar, sedangkan persediaan naik 17 persen menjadi Rp436,3 miliar.
Sementara liabilitas, baik jangka panjang maupun pendek, relatif stabil masing-masin Rp2,17 triliun dan Rp1,88 triliun, mencerminkan tingginya porsi utang dalam menjalankan operasional dengan posisi modal yang negatif Rp547 miliar.
Saat ini, saham MYTX masih terkena suspensi perdagangan dengan harga Rp41 per saham, setara dengan nilai kapitalisasi pasar Rp318 miliar.
(Rahmat Fiansyah)