IDXChannel—Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat atau Matahari tepat di atas Ka’bah untuk menggelar Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.
“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
“Sebaran titik lokasi verifikasi arah kiblat ini terdiri atas: 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, dan 31.466 lokasi lainnya. Ini belum menghitung jika dalam satu titik itu verifikasi dilakukan di tiga atau lebih lokasi,” sambungnya.
Pusat pemantauan Gerakan Indonesia Berkiblat berlangsung di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Ciawi, Bogor. Sebelumnya, digelar juga International Seminar on Islamic Astronomy yang menghadirkan narasumber pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.