Tekanan jual tersebut terjadi ketika IHSG ditutup melemah 0,33 persen ke level 6.441,16 pada perdagangan Jumat (18/9), setelah sempat menguat menguji level 6.521.
Pelemahan terjadi di hampir seluruh sektor, dengan koreksi terdalam terjadi pada sektor industrial sebesar 1,64 persen, disusul property 1,44 persen dan healthcare 1,12 persen. Sektor technology menjadi satu-satunya yang menguat, yakni 0,27 persen.
Dalam sepekan, IHSG melemah 1,53 persen. Pada periode yang sama, investor asing mencatatkan net sell Rp3,64 triliun di pasar saham domestik.
Menurut Phintraco Sekuritas, tekanan pasar juga dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter global. Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 1,25 persen, level tertinggi sejak April 1995, di tengah upaya menekan risiko inflasi domestik.
Langkah tersebut menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) yang sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen. Kondisi tersebut menambah perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter global dan tekanan terhadap aset berisiko.