Sementara dari sisi moneter, investor mencermati sikap Bank Indonesia (BI) dalam menghadapi kebijakan The Fed yang lebih ketat, terutama dampaknya terhadap stabilitas rupiah.
Kekhawatiran terhadap The Fed kini mendapat relevansi lebih besar setelah bank sentral Amerika Serikat tersebut menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Rabu (16/9).
Suku bunga The Fed kini berada di kisaran 3,75-4 persen, sekaligus menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Ketua The Fed Kevin Warsh turut memberikan suara mendukung keputusan tersebut secara bulat.
The Fed juga mengisyaratkan masih ada ruang untuk satu kali kenaikan suku bunga pada 2026. Proyeksi bank sentral AS menunjukkan suku bunga kemudian dipertahankan sepanjang 2027.
Inflasi yang masih tinggi, termasuk tekanan dari kenaikan harga minyak, menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut.