IDXChannel - Industri data center Indonesia memiliki keunggulan biaya yang menarik, tetapi pertumbuhan kapasitas masih dibayangi persoalan ketersediaan listrik dan lamanya waktu penyambungan ke jaringan.
Batam dinilai menjadi salah satu wilayah dengan prospek pertumbuhan terbesar dalam jangka panjang, meski masih membutuhkan waktu untuk mengejar kesiapan infrastrukturnya.
Analis Mirae Asset Sekuritas Daniel Widjaja dalam riset yang terbit 17 September 2026 menilai sektor data center Indonesia masih berada dalam posisi netral untuk jangka menengah, tetapi memiliki prospek positif dalam jangka panjang.
Menurut dia, biaya konstruksi dan listrik yang lebih rendah menjadi keunggulan Indonesia, namun manfaat tersebut tertahan oleh waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pasokan listrik.
Indonesia membutuhkan sekitar 36 bulan untuk mengalirkan listrik bagi proyek data center berkapasitas 100 megawatt (MW), jauh lebih lama dibandingkan Malaysia yang hanya membutuhkan sekitar 12 bulan.