Kondisi ini membuat Johor tetap lebih unggul dalam kecepatan pengembangan meskipun biaya pembangunan di Malaysia lebih tinggi.
Saat ini, kapasitas data center operasional Malaysia telah mencapai lebih dari 1.300 MW dengan pipeline sekitar 3.252 MW.
Sebagai perbandingan, Indonesia baru memiliki sekitar 394 MW kapasitas operasional dan pipeline sebesar 1.221 MW.
Persoalan tidak hanya terletak pada pasokan listrik. Daniel juga melihat penyerapan tenant di Jakarta masih tertinggal dibandingkan pertumbuhan pasokan baru.
Tingkat kekosongan Jakarta yang mencapai 20,4 persen membuat pengembang perlu memperhatikan kemampuan pasar dalam menyerap kapasitas yang dibangun.