Divisi Jasa Keuangan milik Astra Group meraih laba bersih Rp8,9 triliun, tumbuh 9 persen, sejalan dengan pertumbuhan laba pada bisnis lainnya. Laba divisi Agribisnis (CPO) misalnya, tumbuh 28 persen menjadi Rp1,17 triliun.
Laba divisi Infrastruktur melesat 24 persen menjadi Rp1,26 triliun, IT naik 33 persen menjadi Rp208 miliar, dan properti melejit 224 persen menjadi Rp719 miliar.
Kenaikan laba divisi properti ini imbas aksi korporasi Astra yang mengakuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP). Capaian ini berasal dari aset-aset gudang industri serta pengakuan goodwill negatif atas akuisisi.
Djony memperkirakan, kondisi operasional pada beberapa bisnis Astra masih tetap menantang ke depan meski perseroan melihat adanya perbaikan pada sentimen konsumen secara keseluruhan.
"Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)