IDXChannel - Penundaan pemberian insentif kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) berpotensi menjadi angin segar bagi penjualan mobil konvensional PT Astra International Tbk (ASII) dalam jangka pendek.
Namun, kenaikan suku bunga dan pelemahan daya beli masih menjadi risiko yang perlu dicermati.
Dalam riset yang diterbitkan 2 Juli 2026, analis UOB Kay Hian, Willinoy Sitorus dan Alden Gabriel Lam, menyebut pemerintah kembali menunda penerapan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kendaraan listrik hingga Agustus 2026 dari rencana sebelumnya pada Juli 2026.
Kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan membutuhkan perhitungan lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan.
Skema insentif yang tengah disiapkan pemerintah mencakup 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit motor listrik.