UOB memperkirakan sekitar 80 persen konsumsi bahan bakar nasional masih berasal dari BBM bersubsidi. Selain itu, sekitar 44 persen penjualan Astra pada lima bulan pertama 2026 berasal dari model kendaraan yang dapat menggunakan BBM bersubsidi.
Tren peningkatan kendaraan hybrid juga menjadi penopang, dengan kontribusi mobil hybrid mencapai 11 persen dari penjualan Astra periode tersebut.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga menjadi risiko utama terhadap permintaan kendaraan baru. Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen, yang berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan kendaraan.
Dampak terbesar diperkirakan terjadi pada segmen low-cost green car (LCGC), yang menyumbang 19,3 persen penjualan Astra pada lima bulan pertama 2026. Biaya kredit yang lebih tinggi dapat menekan minat konsumen untuk membeli kendaraan baru, khususnya di segmen sensitif terhadap pembiayaan.
Dalam strategi korporasi, Astra juga mulai menyelaraskan manajemen dengan kerangka total shareholder return (TSR).