Perusahaan menjalankan tiga lini bisnis utama, yakni penjualan dan penyewaan genset untuk kebutuhan daya cadangan maupun utama di lokasi menara telekomunikasi dan pusat data, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, serta layanan operasional dan pemeliharaan (O&M).
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dan jaringan operasional nasional, BACH dinilai memiliki peluang untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital, terutama seiring meningkatnya kebutuhan pasokan listrik mandiri bagi menara telekomunikasi dan pusat data.
IPO BACH akan efektif mulai 29 Juni 2026, dengan masa penawaran awal pada 1-3 Juli 2026 dan pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 7 Juli 2026.
Pada kisaran harga IPO tersebut, valuasi BACH diperkirakan mencapai Rp1,63 triliun-Rp2,04 triliun.
Valuasi itu setara dengan price to earnings ratio (PER) 10,5-13,1 kali laba tahun buku 2025 atau sekitar 8,0-9,6 kali EV/EBITDA.