Selain itu, Ezaridho juga mempertimbangkan bahwa BEI juga telah merilis regulasi baru yang memungkinkan perusahaan tercatat untuk mengubah kode saham (ticker) mereka. Sebagai referensi, sekitar 30 persen dari seluruh perusahaan di BEI saat ini mencatatkan kerugian bersih.
"Maka dengan adanya reformasi pasar modal yang mewajibkan porsi saham publik (free float) lebih tinggi berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar, regulasi baru ini memicu kemacetan baru pada aksi IPO," ujar Ezar.
Dengan adanya potensi kemacetan tersebut, maka peluang untuk terjadinya backdoor listing juga makin terbuka lebar, yaitu dengan mengambil alih perusahaan yang sebelumnya telah listing, kemudian dilakukan perubahan core business menyesuaikan sektor usaha yang sebelumnya telah digeluti oleh pemegang saham pengendali.
Sebagai informasi, jika dilihat dari profil Dragonmine Mining yang merupakan perusahaan private berkantor pusat di Hong Kong, pemiliknya adalah Huayou Hongkong Limited.
Meski pihak BLUE belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait identitas Dragonmine Mining, namun berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Huayou Hongkong Limited merupakan anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Co.,Ltd, yang difokuskan sebagai unit investasi luar negeri di bidang pertambangan dan mineral.