Bagi raksasa global seperti Huayou dan CNGR, mengakuisisi emiten dengan kapitalisasi pasar kecil seperti BLUE dan PACK, menawarkan jalur ekspres ketimbang melakukan IPO dari nol yang memakan waktu lama.
"Mereka menggunakan perusahaan listing agar dapat menarik modal dari investor lokal dan institusi melalui Rights Issue untuk mendanai proyek hilirisasi nikel di Indonesia," ujar Ezaridho.
Keberadaan entitas publik di BEI sendiri diyakini dapat membantu meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi lokal, serta memperkuat profil ESG (Environmental, Social, and Governance) di mata investor global.
Aksi Dragonmine di BLUE menegaskan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penyedia bahan mentah, melainkan pusat finansial bagi raksasa energi hijau dunia.
(taufan sukma)