Dalam pengumuman tersebut ditegaskan bahwa tingginya konsentrasi kepemilikan saham tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal.
Namun, kondisi tersebut menjadi informasi penting bagi investor karena struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi dapat memengaruhi likuiditas perdagangan saham di pasar.
Di sisi fundamental, MD Entertainment sebenarnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan kinerja.
Dalam Paparan Publik Juni 2026, perseroan melaporkan pendapatan tahun buku 2025 naik menjadi Rp496,4 miliar dari Rp455,9 miliar pada 2024.
Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis digital dan kontribusi MDTV yang semakin besar, meski pendapatan dari bioskop masih melemah.