Sementara untuk pedoman (guidance) 2026, perseroan menargetkan dapat memproduksi batu bara antara 30-76 juta ton, tergantung persetujuan RKAB dari pemerintah.
Pada semester I-2026, perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong itu mencatat pendapatan konsolidasi sebesar USD1,74 miliar dengan porsi penjualan batu bara USD1,73 miliar dan USD9,65 juta nonbatu bara.
Sebagian besar batu bara BYAN diekspor ke luar Indonesia dengan rincian sebesar USD666 juta ke Asia Timur (China, Jepang, Korea, dan Taiwan), USD616 juta ke Asia Tenggara, dan USD193 juta ke Asia Selatan (India, Pakistan, dan Bangladesh). Sementara untuk pasar domestik sebesar USD263 juta.
(Rahmat Fiansyah)