IDXChannel – Gangguan logistik di Sungai Barito, Kalimantan Tengah, mulai menjadi kendala fisik bagi pengiriman batu bara Indonesia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperketat pasokan batu bara di tengah prospek pasar regional yang semakin mendukung.
Dalam riset yang terbit pada 7 September 2026, analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael menaikkan rekomendasi sektor batu bara Indonesia menjadi overweight dari sebelumnya netral.
Menurut Jeremy, permukaan air di bagian tengah hingga hulu Sungai Barito telah turun ke kisaran satu digit persen dari level puncaknya sepanjang tahun berjalan (YTD).
Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian sungai tidak dapat dilalui kapal tongkang dan mulai membatasi pengiriman batu bara dari Kalimantan Tengah.
Ketika sungai mengering, gangguan tersebut tidak hanya berpotensi menghilangkan volume pengiriman, tetapi juga menurunkan kapasitas muatan tongkang.