Kondisi ini juga dapat menunda peningkatan produksi dari volume batu bara yang baru disetujui melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Dampak harga bisa lebih besar
Bahana menilai dampak gangguan logistik Barito terhadap harga batu bara berpotensi lebih besar dibandingkan kontribusi Kalimantan Tengah terhadap total ekspor batu bara Indonesia.
Kalimantan Tengah menyumbang sekitar 5,7 persen ekspor batu bara termal Indonesia. Namun, volume yang terdampak terkonsentrasi pada batu bara dengan kalori menengah hingga tinggi atau mid- to high-CV coal.
Segmen tersebut memiliki pasar angkutan laut (seaborne market) yang lebih tipis dibandingkan batu bara Indonesia berkalori rendah. Karena itu, gangguan pengiriman dari Kalimantan Tengah dapat lebih sulit digantikan oleh pasokan dari wilayah lain.
Tekanan tersebut juga muncul ketika pasokan ekspor Indonesia telah lebih dulu terbatas akibat pemangkasan RKAB. Dengan ruang pasokan yang semakin sempit, kemampuan produsen lain untuk menutup kekurangan volume menjadi lebih terbatas.