Dengan perkembangan tersebut, Bahana menilai skenario terburuk berupa DSI berubah menjadi mitra dagang penuh milik negara kini semakin kecil kemungkinannya.
AADI dan PTBA jadi pilihan utama
Dari sisi emiten, Bahana mempertahankan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai pilihan utama di sektor batu bara.
PTBA dinilai memiliki perlindungan logistik yang lebih baik karena sebagian besar transportasi batu baranya menggunakan jalur kereta api.
Namun, tingginya porsi penjualan domestik membatasi potensi kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dari penguatan harga batu bara seaborne.
Sementara itu, AADI dinilai memiliki akses logistik yang relatif tangguh melalui bagian hilir Sungai Barito sekaligus memiliki eksposur yang lebih besar terhadap kenaikan harga batu bara ekspor.