Karena itu, Bahana menaikkan asumsi harga batu bara untuk 2026 dan 2027 masing-masing menjadi USD135 per ton dan USD130 per ton, dari sebelumnya USD120 per ton untuk kedua tahun tersebut.
Risiko DSI mereda
Selain faktor pasokan, Bahana menilai ketidakpastian terkait Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) juga mulai berkurang.
Jeremy menyebut DSI telah menegaskan perannya sebagai perantara tunggal. Kerangka yang berjalan saat ini masih mempertahankan kepemilikan kargo, kontrak, serta hubungan antara penjual dan pembeli di tangan eksportir.
Sementara, harga acuan pasar digunakan untuk memverifikasi kewajaran transaksi, bukan untuk menetapkan harga jual batu bara.
DSI juga masih menyelesaikan skema biaya perantara. Namun, lembaga tersebut telah mengindikasikan bahwa margin yang dikenakan akan tetap berada pada tingkat yang wajar secara komersial.