IDXChannel - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) resmi menetapkan Kebijakan Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT). Ini menjadi landasan penting dalam penyatuan berbagai sistem manajemen berbasis ISO yang sebelumnya dikelola secara terpisah oleh masing-masing unit.
Melalui penerbitan Surat Keputusan Direksi (SKD) tentang Kebijakan Sistem Manajemen Terintegrasi, perseroan merumuskan pendekatan baru yang lebih efektif dan terkoordinasi.
Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan, sistem ini memungkinkan integrasi seluruh proses, dokumentasi, serta mekanisme audit internal dan eksternal dalam satu kerangka kerja yang terintegrasi, efisien, dan komprehensif.
“Penerapan SMT merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam setiap proses bisnis. Integrasi sistem manajemen ini menjadi fondasi bagi Adhi Karya untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar tata kelola yang baik,” ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/10/2025).
Melalui penerapan sistem ini, kata dia, Adhi Karya juga mulai memanfaatkan platform digital terintegrasi untuk pengelolaan dokumen, audit, dan evaluasi kinerja secara real-time. Sehingga, penerapan manajemen dapat berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan.
Menurutnya, langkah strategis ini sejalan dengan visi Adhi Karya untuk menjadi korporasi inovatif dan berbudaya unggul, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui praktik Good Corporate Governance (GCG) dan sistem manajemen yang unggul serta terintegrasi.
“Sebagai langkah strategis dalam memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan meningkatkan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis,” kata Entus.
(Dhera Arizona)