Menariknya, peningkatan aktivitas perdagangan tersebut turut diiringi oleh pembelian investor asing. Pada perdagangan yang sama, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham TUGU sebesar Rp3,2 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tekanan jual asing di pasar saham domestik, yang mencatatkan net sell sekitar Rp3,4 triliun.
Minat investor terhadap TUGU juga tercermin dari perubahan komposisi kepemilikan saham dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek Perseroan, sejumlah kategori investor institusional terpantau meningkatkan kepemilikannya sepanjang Juni hingga September 2026, mengindikasikan adanya akumulasi di tengah volatilitas pasar.
Kepemilikan kelompok investor korporasi meningkat sebanyak 3,71 juta saham selama periode tersebut. Sementara itu, kelompok penasihat investasi (investment advisors) menambah kepemilikan sekitar 1,02 juta saham, disusul kelompok perbankan sebanyak 711 ribu saham dan reksa dana sekitar 623 ribu saham.
Peningkatan kepemilikan juga terlihat pada kategori firma sebanyak 600 ribu saham dan institusi asuransi sekitar 253 ribu saham. Di sisi lain, kepemilikan investor individu justru mengalami penurunan sekitar 5,95 juta saham. Pergeseran komposisi tersebut memperlihatkan meningkatnya porsi kepemilikan sejumlah kelompok investor institusional di TUGU.
Analis Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menilai saham-saham dengan valuasi yang masih relatif murah serta menawarkan potensi dividen menarik cenderung mendapat perhatian investor ketika pasar mengalami tekanan.