sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Begini Pergerakan Saham TUGU di Tengah Gejolak Saham Domestik

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
19/10/2026 17:25 WIB
Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menunjukkan ketahanan di tengah tekanan yang melanda pasar saham domestik.
Begini Pergerakan Saham TUGU di Tengah Gejolak Saham Domestik (FOTO:iNews Media Group)
Begini Pergerakan Saham TUGU di Tengah Gejolak Saham Domestik (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menunjukkan ketahanan di tengah tekanan yang melanda pasar saham domestik. 

Sejak awal tahun 2026, harga saham emiten asuransi umum anak usaha Pertamina tersebut masih mencatatkan kenaikan sebesar 7,3 persen ketika mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia menghadapi tekanan jual.

Kinerja tersebut jauh mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah terkoreksi sekitar 40 persen sejak awal tahun. Saham TUGU juga menunjukkan performa lebih baik dibandingkan indeks sektoral IDXFinance yang mengalami penurunan sekitar 24 persen sepanjang periode yang sama.

Ketahanan saham TUGU semakin terlihat pada perdagangan Jumat, ketika IHSG mengalami tekanan tajam menyusul pengumuman MSCI yang memicu sentimen negatif di pasar. 

Di tengah kondisi tersebut, nilai transaksi saham TUGU justru menembus Rp31 miliar, atau sekitar 10 kali lipat dibandingkan rata-rata nilai transaksi hariannya dalam kondisi normal.

Menariknya, peningkatan aktivitas perdagangan tersebut turut diiringi oleh pembelian investor asing. Pada perdagangan yang sama, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham TUGU sebesar Rp3,2 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tekanan jual asing di pasar saham domestik, yang mencatatkan net sell sekitar Rp3,4 triliun.

Minat investor terhadap TUGU juga tercermin dari perubahan komposisi kepemilikan saham dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek Perseroan, sejumlah kategori investor institusional terpantau meningkatkan kepemilikannya sepanjang Juni hingga September 2026, mengindikasikan adanya akumulasi di tengah volatilitas pasar.

Kepemilikan kelompok investor korporasi meningkat sebanyak 3,71 juta saham selama periode tersebut. Sementara itu, kelompok penasihat investasi (investment advisors) menambah kepemilikan sekitar 1,02 juta saham, disusul kelompok perbankan sebanyak 711 ribu saham dan reksa dana sekitar 623 ribu saham.

Peningkatan kepemilikan juga terlihat pada kategori firma sebanyak 600 ribu saham dan institusi asuransi sekitar 253 ribu saham. Di sisi lain, kepemilikan investor individu justru mengalami penurunan sekitar 5,95 juta saham. Pergeseran komposisi tersebut memperlihatkan meningkatnya porsi kepemilikan sejumlah kelompok investor institusional di TUGU.

Analis Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menilai saham-saham dengan valuasi yang masih relatif murah serta menawarkan potensi dividen menarik cenderung mendapat perhatian investor ketika pasar mengalami tekanan. 

Dalam kondisi tersebut, investor dinilai semakin selektif dengan mengutamakan emiten yang memiliki fundamental kuat, profitabilitas terjaga, serta kemampuan membagikan keuntungan kepada pemegang saham.

“Ketika pasar sedang terkena tekanan, investor biasanya mencari saham yang valuasinya masih undervalued dan memiliki daya tarik dividen atau dividend play. TUGU termasuk saham yang menarik dicermati karena memiliki fundamental yang solid dan rekam jejak pembagian dividen yang cukup konsisten. Kombinasi valuasi dan potensi imbal hasil dividen menjadi daya tarik tersendiri di tengah ketidakpastian pasar,” ujar Abdul Azis dikutip dari risetnya Senin (19/10/2026).

Dari sisi fundamental, TUGU mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang semester I-2026. Hasil jasa asuransi Perseroan meningkat 85,6 persen secara tahunan menjadi Rp602,9 miliar. 

Sementara itu, pendapatan usaha lainnya yang antara lain berasal dari bisnis penyewaan dan jasa survei meningkat 24,6 persen menjadi Rp321,3 miliar.

Kombinasi pertumbuhan tersebut mendorong laba bersih TUGU naik 76,8 persen secara tahunan menjadi Rp480,3 miliar pada semester I-2026. 

Selain pertumbuhan laba, TUGU juga memiliki rekam jejak pembagian dividen yang menarik, dengan rasio pembayaran dividen mencapai 50 persen dari laba tahun buku 2025. Hal ini memperkuat daya tarik TUGU sebagai saham yang menawarkan kombinasi pertumbuhan kinerja dan potensi pendapatan dividen.

Ke depan, perhatian investor diperkirakan akan tertuju pada publikasi kinerja keuangan kuartal III-2026 sebagai katalis terdekat. Periode tersebut dinilai penting untuk melihat kesinambungan pertumbuhan hasil jasa asuransi dan profitabilitas TUGU, termasuk potensi kontribusi dari aktivitas perpanjangan kontrak asuransi atau renewal yang lazim berlangsung pada periode tertentu dalam industri asuransi umum.

“Pasar tentu akan mencermati bagaimana TUGU mempertahankan momentum pertumbuhan pada kuartal III-2026. Apalagi, periode ini biasanya juga berkaitan dengan aktivitas renewal sejumlah kontrak asuransi yang dapat mendukung kesinambungan bisnis. Jika kinerjanya tetap solid, hal tersebut berpotensi menjadi katalis lanjutan bagi saham TUGU, terlebih dengan valuasinya yang masih menarik,” tutur Abdul Azis.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement