sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Begini Prediksi Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Tekanan Ekonomi Domestik

Market news editor Rohman Wibowo
27/08/2026 16:48 WIB
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berlanjut pada sesi perdagangan esok hari
Begini Prediksi Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Tekanan Ekonomi Domestik (FOTO:iNews Media Group)
Begini Prediksi Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Tekanan Ekonomi Domestik (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berlanjut pada sesi perdagangan esok hari, seiring nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) ke level Rp17.744 per USD.

Pelemahan mata uang garuda ini dipicu oleh ketidakpastian pembukaan jalur minyak di Selat Hormuz, penantian arah suku bunga Federal Reserve, serta kekhawatiran terhadap lonjakan harga pangan yang menggerus persepsi ekonomi di dalam negeri.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih dibayangi tekanan depresiasi akibat tarik-menarik sentimen geopolitik global dan arah kebijakan moneter bank sentral AS. 

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai kebuntuan diplomasi di kawasan Teluk dan rilis indikator inflasi Negeri Paman Sam menjadi faktor utama yang menahan penguatan kurs garuda.

"Secara sentimen eksternal, meski ada harapan pembicaraan Iran, Qatar, dan Oman untuk membuka Selat Hormuz serta jeda serangan AS, posisi kedua pihak masih berjauhan terkait syarat penghentian konflik setelah kesepakatan gencatan senjata Juni lalu gagal terlaksana. Di sisi lain, inflasi PCE inti AS Juli bertahan stabil di 3,3 persen dan naik 0,2 persen secara bulanan sejalan data CPI serta PPI, sehingga pasar kini menantikan data klaim pengangguran mingguan dan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole," ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ketegangan di Timur Tengah masih menyisakan kekhawatiran disrupsi energi global setelah Garda Revolusi Iran menegaskan kendali perairan dan menyerang kapal-kapal di Teluk. 

Meskipun Perdana Menteri Qatar dijadwalkan bertolak ke Iran guna mengupayakan penyelesaian diplomatik atas perang yang telah berlangsung hampir enam bulan tersebut, pejabat Teheran menegaskan jalur pelayaran vital tidak akan dibuka kembali tanpa dipenuhinya persyaratan oleh pihak Washington.

Dari dalam negeri, pasar sempat merespons positif aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada hari ini yang berlangsung tertib dan kondusif tanpa kerusuhan. Massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan gabungan elemen lainnya menyampaikan aspirasi percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor. 

Anggota DPR RI seperti Andre Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka menemui langsung para demonstran di atas mobil komando untuk menampung tuntutan tersebut di sela agenda sidang paripurna Komisi III, seraya berkomitmen mengawal pengesahannya hingga batas akhir 15 Desember 2026.

Kendati stabilitas politik relatif terjaga saat aksi unjuk rasa, sentimen pasar domestik tetap dibebani oleh persepsi negatif terhadap kondisi perekonomian riil masyarakat. Ibrahim menyoroti lonjakan harga kebutuhan pokok yang memicu kemerosotan tajam pada tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepemimpinan nasional.

"Survei Tempo Data Science periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran turun tajam ke angka 37 persen pada Agustus 2026, merosot dari 75 persen pada Desember 2025 dan 58 persen pada Maret 2026. Penurunan kepuasan publik tersebut berakar pada persoalan ekonomi riil, di mana mahalnya harga kebutuhan pokok menjadi alasan terbesar yang memicu ketidakpuasan masyarakat," tutur Ibrahim.

Mempertimbangkan kombinasi risiko geopolitik Timur Tengah yang belum tuntas, penantian sinyal kebijakan suku bunga The Fed, serta tantangan daya beli domestik, kurs rupiah diproyeksikan masih berada di zona pelemahan. Pelaku pasar valuta asing diprediksi tetap mengambil posisi waspada dalam mencermati dinamika penutupan perdagangan pekan ini.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.740 hingga Rp17.790 per dolar AS," kata Ibrahim.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement