Kebijakan ini diambil bukan sekedar merespons apa yang sebelumnya menjadi sorotan penyedia indeks provider global terkait aspek transparansi pasar saham Indonesia. Namun, sekaligus mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, yakni kebutuhan akan aspek integritas di pasar modal.
Menurut Jeffrey, target yang dicanangkan agar bursa saham Indonesia setara dengan bursa-bursa global akan sulit dicapai jika transparansi dan integritas masih dipertanyakan oleh investor. Sebab pemilik modal utamanya akan mempertimbangkan kedua faktor tersebut sebelum menitipkan dananya di pasar modal.
"Secara kualitatif, pada 2030, Bursa Efek Indonesia harus menjadi bursa kelas dunia yang tentunya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia. Oleh sebab itu ada beberapa target yang akan kami tetapkan," kata Jeffrey.
Dia melanjutkan, beberapa target tersebut antara lain kapitalisasi pasar yang dicanangkan tembus Rp30 ribu triliun. Target transaksi harian ditargetkan Rp31 triliun, jumlah perusahaan tercatat dibidik lebih dari 1.100 perusahaan.
"Kalau dengan kapitalisasi pasar Rp30 ribu triliun, tentu paling tidak lebih dari 83 persen dari PDB nasional kita. Tentu ini kita harus lakukan bersama, dan memerlukan koordinasi dengan OJK dan SRO, dan pelaku pasar," kata Jeffrey.
(NIA DEVIYANA)