IDXChannel - Saham empat bank besar Indonesia berpotensi menanggung sebagian besar tekanan jual asing jika MSCI benar-benar menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Padahal, persoalan transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang menjadi sorotan MSCI justru berpusat pada emiten lain.
Analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin, dalam riset pada 16 Oktober 2026, menilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berpotensi menjadi sasaran utama arus keluar dana asing karena memiliki bobot besar dalam indeks MSCI Indonesia.
Keempat saham tersebut mencakup 71,7 persen dari indeks MSCI Indonesia yang kini hanya terdiri dari 9 konstituen, dengan total kapitalisasi pasar saham beredar (free float) sebesar USD53,4 miliar atau setara dengan Rp963,98 triliun.
Dengan komposisi tersebut, hampir tiga perempat potensi arus keluar dana pasif diperkirakan terkonsentrasi pada empat bank besar itu.