Sementara itu, suku bunga INDONIA menurun 186 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 4,16 persen pada 16 Maret 2026. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan menurun masing-masing sebesar 191 bps, 190 bps, dan 194 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 5,25 persen; 5,30 persen; dan 5,33 persen pada 13 Maret 2026.
Sedangkan, imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,99 persen dan 6,88 persen pada 16 Maret 2026.
Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, meski lebih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 64 bps dari 4,81 persen pada Januari 2025 menjadi 4,17 persen pada Februari 2026 sehingga upaya bank untuk mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini mencapai 26,64 peraen dari total DPK, perlu terus dilanjutkan.
Menurut Perry, transmisi penurunan suku bunga dana ke penurunan suku bunga kredit perbankan juga terus diperkuat. Suku bunga kredit pada Februari 2026 mencapai sebesar 8,80 persen, atau baru turun 40 bps, dari 9,20 persen pada Januari 2025.
Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
(kunthi fahmar sandy)