sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Borong SBN Rp86,1 Triliun hingga 16 Maret 2026

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
17/03/2026 17:59 WIB
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) membeli Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026
BI Borong SBN Rp86,1 Triliun hingga 16 Maret 2026 (FOTO:iNews Media Group)
BI Borong SBN Rp86,1 Triliun hingga 16 Maret 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) membeli Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter. 

"BI juga menempuh ekspansi likuiditas Rupiah melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp831,55 triliun pada 13 Maret 2026," tutur Perry saat konferensi pers hasil RDG Selasa (17/3/2026).

Di sisi lain, penguatan efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan terus ditempuh guna mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. 

"Sejauh ini penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama tahun 2025 dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia telah berdampak terhadap penurunan berbagai jenis suku bunga," kata Perry. 

Sementara itu, suku bunga INDONIA menurun 186 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 4,16 persen pada 16 Maret 2026. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan menurun masing-masing sebesar 191 bps, 190 bps, dan 194 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 5,25 persen; 5,30 persen; dan 5,33 persen pada 13 Maret 2026.

Sedangkan, imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,99 persen dan 6,88 persen pada 16 Maret 2026. 

Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, meski lebih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 64 bps dari 4,81 persen pada Januari 2025 menjadi 4,17 persen pada Februari 2026 sehingga upaya bank untuk mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini mencapai 26,64 peraen dari total DPK, perlu terus dilanjutkan. 

Menurut Perry, transmisi penurunan suku bunga dana ke penurunan suku bunga kredit perbankan juga terus diperkuat. Suku bunga kredit pada Februari 2026 mencapai sebesar 8,80 persen, atau baru turun 40 bps, dari 9,20 persen pada Januari 2025. 

Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement