Dengan demikian, secara keseluruhan porsi penerbitan saham baru, termasuk sisa program MESOP, tetap berada di bawah batas maksimum 10 persen sesuai ketentuan regulasi.
Manajemen menyebutkan, rencana transaksi ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni 2026.
Dari sisi penggunaan dana, penerbitan saham melalui skema PMTHMETD diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dan kondisi keuangan perseroan.
Aksi korporasi ini juga berpotensi meningkatkan jumlah saham beredar sehingga mendukung likuiditas perdagangan saham di pasar.
Sementara itu, program MESOP ditujukan untuk menyelaraskan kepentingan karyawan dengan tujuan jangka panjang perusahaan.
(DESI ANGRIANI)