Secara demografi, dari total 1 juta pengguna platform BMoney saat ini, sebanyak 90 persen di antaranya merupakan investor retail. Namun, jika dilihat dari sisi kontribusi nilai dana kelolaan (AUM), kondisinya justru berbalik 180 derajat.
"Dari sisi volume, 90 persen lebih memang investor ritel. Namun, secara nilai AUM, porsi 90 persen justru dikontribusikan oleh nasabah High Net Worth Individual (HNWI)," ungkap Angga kembali.
Untuk mengoptimalkan ceruk pasar premium ini, BMoney membagi layanan dalam tiga klaster utama, yaitu BMoney Retail untuk investasi end-to-end mandiri mulai dari Rp50.000 hingga Rp100 juta.
Lalu BMoney Premier untuk minimum penempatan dana Rp100 juta hingga Rp250 juta, dan BMoney Privilege untuk nasabah premium dengan saldo dana kelolaan minimum Rp1 miliar.
Demi memanjakan nasabah Privilege, perusahaan meluncurkan inovasi nonfinansial berupa One Stop Service, mulai dari fasilitas airport pick-up di 40 bandara domestik dan bandara internasional (seperti Haneda dan Narita di Jepang, Sydney, serta Singapura), layanan medical check-up, konsultan pajak, hingga kehadiran Relationship Manager (RM) khusus.