Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna menghapus praktik pasar yang tidak sehat dan menghilangkan benturan kepentingan antara pengurus bursa dengan para anggotanya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa percepatan reformasi ini menjadi prioritas utama pemerintah tahun ini.
"Bapak Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar antara lain dengan reform pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa," ujar Airlangga.
Keputusan demutualisasi ini diambil setelah BEI mendapat sorotan tajam dari berbagai lembaga keuangan dunia terkait kurangnya transparansi data, yang dituding sebagai pemicu market crash dalam beberapa hari terakhir.
Dengan berubah menjadi perusahaan publik, BEI diharapkan memiliki standar pelaporan dan pengawasan yang lebih ketat layaknya bursa-bursa maju di dunia.