Sementara yield Treasury 30 tahun berada di 5,634 persen setelah menyentuh 5,6517 persen pada sesi sebelumnya, level tertinggi sejak Juni 2002.
Kenaikan yield tersebut membuat investor tetap mewaspadai tingginya biaya modal, meskipun data inflasi yang lebih lunak memberi ruang bagi perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.
"Angka Micron kembali mengonfirmasi kuatnya permintaan terhadap kecerdasan buatan (AI) dan memori. Namun, pasar mungkin mulai mempertanyakan apakah kelangkaan memori sudah mendekati puncaknya, meskipun permintaan masih lebih tinggi daripada pasokan," kata Chief Investment Strategist Saxo Charu Chanana, seperti dikutip Reuters.
Menurut dia, latar belakang makroekonomi juga semakin beragam.
Data ekonomi AS yang lebih lemah telah mengurangi tekanan terhadap ekspektasi The Fed dan yield jangka pendek, tetapi yield jangka panjang masih tinggi sehingga kekhawatiran mengenai biaya modal belum benar-benar hilang.
Dari pasar komoditas, tertahannya pembicaraan damai antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah selama tujuh bulan turut menjaga harga minyak tetap tinggi.