IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak beragam pada Rabu (16/9/2026), seiring investor mencermati sinyal ekonomi yang beragam serta menanti keputusan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,38 persen pada pukul 08.59 WIB dan berada di jalur pelemahan untuk sesi keempat berturut-turut.
Sebaliknya, indeks Topix menguat 0,81 persen.
Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu waktu setempat dan Bank of Japan (BOJ) pada Jumat.
Kedua bank sentral tersebut diperkirakan menaikkan suku bunga.
Sentimen pasar juga terbebani pelemahan Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan imbal hasil US Treasury, kekhawatiran terhadap utang, serta lonjakan harga minyak mentah menjadi sejumlah faktor yang menekan selera risiko investor.
Dari Jepang, melansir dari Reuters, data perdagangan yang dirilis Rabu menunjukkan ekspor meningkat 19,3 persen secara tahunan.
Namun, impor melonjak 28 persen sehingga Jepang mencatat defisit perdagangan sebesar 1,106 triliun yen atau sekitar USD7,5 miliar.
Defisit tersebut turut mencerminkan dampak kenaikan biaya energi terhadap neraca perdagangan Jepang.
“Pasar AS ditutup lebih rendah, tetapi penurunannya terbatas. Investor kemungkinan tetap berada di pinggir pasar menjelang pertemuan kebijakan The Fed dan Bank of Japan, sehingga pergerakan tajam diperkirakan tidak terjadi,” kata analis Monex Securities Yoshitaka Araya dalam catatannya.
Di bursa Jepang, saham sektor minyak dan batu bara menjadi salah satu penggerak utama kenaikan kelompok industri Topix dengan penguatan 5,14 persen.
Saham Idemitsu Kosan melonjak dan berada di jalur menuju penutupan pada rekor tertinggi.
Sementara itu, bursa China bergerak melemah. Shanghai Composite turun 0,36 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,18 persen, sedangkan CSI 300 China turun 0,51 persen.
Berbeda dengan China dan Jepang, sejumlah bursa Asia-Pasifik lainnya bergerak menguat.
KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,11 persen, ASX 200 Australia menguat 0,10 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,33 persen. (Aldo Fernando)