Kondisi ini turut menopang harga minyak. Minyak mentah Brent naik 0,4 persen ke USD111,71 per barel, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.
Di Wall Street, indeks saham utama ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
S&P 500 turun 0,5 persen, sementara Nasdaq terkoreksi 0,9 persen, tertekan sentimen geopolitik dan kekhawatiran terhadap sektor teknologi, khususnya terkait prospek bisnis kecerdasan buatan (AI).
Fokus investor kini tertuju pada rilis kinerja raksasa teknologi AS seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms, yang dinilai akan menjadi ujian lanjutan bagi reli saham berbasis AI.
Selain itu, perhatian pasar juga mengarah pada hasil rapat Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga, dengan peluang hampir 100 persen tidak adanya perubahan kebijakan dalam waktu dekat.
Dari sisi komoditas, pasar juga mencerna keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari OPEC. Meski demikian, dampaknya dinilai terbatas karena kapasitas produksi negara tersebut saat ini sudah mendekati batas maksimal. (Aldo Fernando)